Dari covernya saja, pembaca bisa mengetahui kira-kira apa yang ada di dalam buku berjudul "Ya Allah, Tolong Aku (Aku Sedih. Aku Bingung. Aku Kesal) karya A.K ini. Covernya berwarna hitam dengan gambar seorang gadis yang sedang sedih, bingung dan kesal. Buku setebal 309 halaman ini cukup mudah dibaca dan dipahami.

Buku ini khusus ditujukan untuk orang-orang yang sedang dilanda masalah dan merasa sebagai orang termalang di dunia. Banyak ayat-ayat Al Quran dicantumkan sebagai reminder bahwa semua masalah, ujian adalah dari Allah SWT dan hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan.

Buku sebanyak 20 bab ini sebenarnya terbagi atas 3 bagian besar, yaitu bagian pada saat kita mendapat masalah, bagian tentang keberadaan kita sebagai manusia, dan bagian pasrah meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Pada bab saat kita mendapat masalah, penulis mencantumkan QS Al Imran : 139:

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." ( QS. Ali Imran 3:139 )

Di saat kita mengeluh karena diberikan ujian musibah oleh Allah, AK menuliskan..
" Janganlah gundah, wahai saudaraku. Jika Anda sedang mengalami suatu kesedihan, jangan merasa bahwa kesedihan itu begitu berat bagi Anda dan tidak dapat diobati. Janganlah merasa Allah tidak tahu keadaan diri kita dan menimpakan musibah yang tidak sesuai dengan keadaaan diri kita atau memberi beban yang tidak mampu kita pikul. Kesedihan Anda PASTI akan hilang, PASTI dapat diobati, PASTI dapat Anda atasi. Karena Allah sudah mengukur setiap kesedihan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing".

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS Al Baqarah 286)

INGAT!

• Hanya Allah yang mengetahui alasan kenapa Anda diberi musibah atau kesedihan
• Lihatlah diri Anda. Apa Anda sudah mensyukuri nikmat-Nya?
• Semua yang ditimpakan kepada Anda sudah diatur dengan sebaik-baiknya oleh Allah. Jadi jangan takut, Anda pasti dapat mengatasi kesedihan Anda.

Jika seseorang telah ditekan hingga ke batas yang menurutnya tidak sanggup untuk dipikulnya, jika ia merasa semua yang dilakukannya tidak membawa perubahan apa-apa, maka manusia akan berputus asa.

لَا يَسْأَمُ الْإِنسَانُ مِن دُعَاء الْخَيْرِ وَإِن مَّسَّهُ الشَّرُّ فَيَؤُوسٌ قَنُوطٌ

"Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan." (QS Al Fushshilat 49)

APA GUNANYA AKU HIDUP TERUS?

Inilah tingkat keputusasaan yang paling tinggi yang dialami oleh manusia. Jika keadaan benar-benar terasa begitu sulitnya, jika semuanya terasa gelap, jika hati ini ntidak tahu harus berbuat apapa lagi, manusia yang lemah imannya akan memiliki niatan untuk mengakhiri hidupnya.

Ingatlah ini baik-baik wahai sandaraku: Anda masih diberikan hidup. Itu berarti Allah masih sayang kepada ANda. Anda masih diberikan nikmat yang paling tinggi dari semua nikmat yang ada di dunia ini. Dengan masih diberikan hidup, Anda berarti masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri Anda.
Yang kedua (dan yang paling penting), sesungguhnya bunuh diri itu adalah suatu dosa yang sangat besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ
عُدْوَاناً وَظُلْماً فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَاراً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيراً

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS An Nisa 29-30)

Renungkanlah pula sabda Rasulullah SAW berikut ini:
" Seseorang yang mencekik dirinya sendiri (bunuh diri) maka ia akan mencekik dirinya sendiri di neraka. Dan seseorang yang menusuk dirinya sendiri (bunuh diri) maka ia akan menusuk dirinya sendiri di neraka " (HR Bukhari)


Hidup Anda di dunia mungkin memang susah,
Tapi apakah anda juga ingin hidup susah di akhirat nanti?

HIKMAH MUSIBAH

Sesungguhnya di balik semua musibah dan kesedihan yang diberikan Allah kepada manusia, tersimpan suatu hikmah dan rahmat yang besar yang kadang tidak disadari oleh manusia itu sendiri. Beberapa diantara hikmah yang diberikan Allah di balik musibah adalah;
1. Untuk menguji iman manusia
2. Untuk mematangkan diri manusia
3. Untuk memperingatkan manusia atas dosa-dosanya
4. Untuk mengobati hati yang sombong dan takabur
5. Untuk menyeleksi manusia yang benar-benar beriman
6. Untuk memberikan pahala dan rahmat yang besar

وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. "(QS Al Anfaal 28)

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُواْ أَذًى كَثِيراً وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. " (QS Al Imran 186)


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. "(QS Al Anbiyaa 35)

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? " (QS Al Ankabut 2)


أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar." (QS Al Imran 142)


أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" (QS AlBaqarah 214)


" Tidaklah seorang muslim menderita karena kesedihan, kedukaan, kesusahan, kepayahan, penyakit dan gangguan duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah mengampuni dosa-dosanya." (HR. Bukhari)
Jadi, sebenarnya Anda bersyukur jika diberi kemalangan. Itu tandanya Allah telah memilih Anda untuk diberikan pahala yang sangat besar.

Terkadang suatu masalah sangat berat jika dihadapi sendiri. Anda butuh seorang teman untuk meringankan masalah Anda, atau setidaknya untuk mendengar keluh kesahAnda. Di saat-saat seperti inilah Anda membutuhkan teman, seseorang yang bisa sangat mengerti kesedihan dan penderitaan yang sedang Anda alami.

" Friend in need is a friend indeed.
Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu menolong di saat kita membutuhkannya"
(Anonim)

" Seorang mukmin adalah cermin dari saudaranya. Seorang mukmin itu bersaudara dengan mukmin yang lain. Dia tidak akan membiarkan saudaranya disia-siakan dan dicampakkan, dan dia akan menjaganya dari belakang". (HR Bukhari)

KESEDIHAN HARUS BERHENTI DARI SEKARANG!

Kini saatnya Anda mengangkat tangan dan berteriak:
" STOP! Kamu hanya bisa sampai disini saja, wahai Kesedihan!"

Tips-tips:
• If fate gives us lemon, try to make lemonade. Jika takdir memberi kita jeruk, cobalah membuat es jeruk (Anonim)
• Crowd your worry with busy. Singkirkan kegelisahan dengan kesibukan (Dale Carnegie)
• Cari suasana dan lingkungan yang baru. Hidup Anda yang lama akan terlupakan
• Bahagiakanlah diri Anda dengan melakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia
• Hidup ini terlalu singkat. Nikmatilah hidup ini
• Belajarlah mendapatkan kebahagiaan dengan memberi kebahagiaan kepada orang lain


YA ALLAH, DIMANAKAH ENGKAU?


Sesungguhnya di saat-saat seperti ini, Allah sedang membuka pintu "persahabatan" kepada Anda. Di balik segala musibah dan kesedihan yang Dia berikan, Allah seolah-olah berkata:

" Kemarilah hamba-Ku yang selama ini telah melupakan-Ku. Minta tolonglah kepada-Ku, niscaya Aku akan menolongmu"


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ


"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al Baqarah 186)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QA Qaaf 16)

Rasulullah bersabda:“Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku, dan Aku bersama-nya ketika ia menyebut Aku. Bila ia menyebut Aku dalam dirinya, Aku menyebut dia dalam Diri-Ku. Bila ia menyebut Aku dalam khalayak, Aku menyebut dia dalam khalayak yang lebih baik dari itu. Bila ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Bila ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa. Bila ia datang kepada-Ku berjalan kaki, Aku datang kepadanya berlari-lari”. (HR Bukhari dan Muslim)

RENUNGAN TERAKHIR

بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu untukmu?
2. Dan mengangkat bebanmu dari (pundak)mu
3. Yang telah memberatkan punggungmu?
4. Dan meninggikan untukmu sebutan namamu
5. Karena sesungguhnya setiap kesulitan ada kemudahan
6. Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan
7. Maka jika engkau sudah bebas, tetaplah tabah bekerja keras!
8. Dan jadikanlah Tuhanmu sebagai tujuan engkau semata!

(QS Al Insyirah 1-8)



Semoga bermanfaat.....;)

Bintaro, 28 April 2011 (sambil nunggu sms gajian)
- lucky-



* For Rasti: Makasih untuk bukunya,